Sosial Budaya View All →

Politik Tani di Indonesia

By   2 weeks ago

  Oleh: Hendro Sangkoyo[1] Pasar hilang gaung/ Sungai hilang lubuk/ Fakta hilang makna/ Sri datang dalam goni Abstrak Bagaimana memahami dinamika perampasan ruang-ruang hidup di kepulauan Indonesia sejak tamatnya pengorganisasian petani dalam tradisi Kiri di paruh kedua 1960? Pertama, dinamika tersebut tercermin dengan baik dalam perubahan tingkat laba, rente dan riba dari perluasan monopoli kuasa […]

Read More →

Beberapa Tipikal Fatwa dalam Lanskap New Media

By   3 weeks ago

sumber gambar: http://infokomputer.grid.id Oleh: Hengky Sulaksono* Belakangan ini, teknologi new media[1] mulai masif digunakan publik, khususnya di kalangan generasi muda, lebih spesifik lagi kaum muda urban dengan kemampuan konsumsi memadai. Sebagai teknologi komunikasi termutakhir, new media bersifat lebih praktis dan aksesibel ketimbang media massa konvensional. Kelebihan inilah yang menjadi pertimbangan penggunanya untuk memanfaatkan new media. […]

Read More →

Etnis di Minahasa dan Minahasa Utara*

By   4 weeks ago

Oleh: Hilma Safitri[1] Minahasa adalah suku yang tergolong besar dan berlokasi di Sulawesi bagian utara.[2] Minahasa merupakan suku yang cukup unik, karena hidup dan berkembang dengan tidak adanya sistem kerajaan atau persekutuan-persekutuan masyarakat yang berakibat pada tingkatan-tingkatan di dalam kehidupan sosial masyarakat (Depdikbud 1984, 44). Walaupun demikian, Minahasa mengenal sub-etnis (suku) yang tersebar di wilayah […]

Read More →

Masyarakat Interkultural

By   3 months ago

  Oleh Stephanus Djunatan* Masyarakat modern (dalam pengertian babakan waktu) memang tidak bisa dilepaskan dari filsafat Kantian dan Hegelian tentang bentuk-bentuk negara (Jerman) modern. Filsafat Kantian menekankan pentingnya kemampuan (keberanian) menggunakan rasio (Sapere Aude) untuk menentukan nasib sendiri, lepas dari pengaruh eksternal (kekuasaan monarki dan ilahi). Masyarakat yang dicerahkan (enlightened society) tidak tergantung pada aristokrasi […]

Read More →

Berdemokrasi: Semangat Kontrol Pemerintah

By   10 months ago

sumber gambar: Komunitas Guru PKN Oleh: Abdul Hamid* Ada yang berbeda dari kepala daerah di Pilkada 2017 ini. Bukan pada wajah calonnya, yang tak jauh dari petahana dan yang sudah populer di jabatan lain, tetapi pada cara pemilihan calon kepala daerah itu sendiri, yakni dengan melibatkan langsung jari masyarakat di bilik suara, tidak lagi mengandalkan DPRD. […]

Read More →

Privatisasi SDA di Tengah Gejolak Politik

By   10 months ago

Oleh: Yuris Fahman Zaidan* Pembangunan ekonomi menjadi hal yang sangat penting sejauh tertanam nilai-nilai keadilan di dalamnya. Distribusi ekonomi mesti dirasakan semua kalangan. Dalam menjalankan ekonomi yang berkeadilan bagi rakyat Indonesia, negara menjadi roda penggeraknya. Aturan-aturan perekonomian harus dilaksanakan dengan baik dan tidak boleh dimanfaatkan oleh segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan dari situasi politik yang […]

Read More →

    Studi Islam View All →

    Islam dan Soal Penggusuran

    By   3 weeks ago

      Oleh: Muhammad Nashirulhaq** Hari-hari ini, kita menyaksikan penggusuran—baik yang sudah terjadi maupun yang masih berupa ancaman—dalam berbagai bentuknya terjadi di mana-mana dan dengan dalih apa saja. Atas nama normalisasi sungai dan penertiban pemukiman “liar” dan ilegal (seperti yang terjadi di Kampung Pulo, Bukit Duri, dan sederet kampung lainnya di Jakarta, yang dengan sangat apik […]

    Read More →

    LGBT, Mendayung antara Fundamentalisme (Pasar) Seksual dan Konservatisme (Puritan) Anti-Seksual

    By   3 weeks ago

      Oleh: Muhammad Al-Fayyadl* Isu LGBT mengemuka sebagai isu yang mendapatkan perhatian dari umat Islam di negeri ini. Bagaimana perspektif yang mungkin diajukan dari sudut “Islam Progresif” untuk menanggapi persoalan ini? Pertanyaan ini ibarat lubang gerowong yang belum banyak dijawab oleh front Islam Progresif, di tengah kesibukan problem kelas yang menyibukkan gerakan rakyat dalam kerja-kerja […]

    Read More →

    Konflik Simbolik Internal Islam di Aspek Politis: Jalaluddin Rakhmat dalam perspektif Sunni

    By   1 month ago

      Oleh: Raja Cahaya Islam* Jika kita berbicara mengenai masyarakat, tentunya kita tak akan pernah lepas dari suatu hukum alam (sunnatullah) yang melekat padanya, yaitu pluralitas. Hal ini dipertegas oleh pendapat Dawam Rahardjo (2014), menurutnya, pluralitas merupakan suatu keniscayaan, dan sesungguhnya masyarakat sedang menuju pluralitas. Pluralitas sendiri terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bangsa, […]

    Read More →

    Penulisan Sejarah: Antara Sunni dan Syiah

    By   2 years ago

    Oleh: Ahmad Sahidin Salam. Tulisan ini melanjutkan kajian terdahulu tentang penulisan biografi Nabi Muhammad Saw antara Sunni dan Syiah, yang memiliki perbedaan. Tidak hanya penulisan sejarah Nabi Muhammad Saw, juga dalam penulisan sejarah Islam secara umum. Sedikit berbagi, dan ini juga hanya sekadar kajian awal.  Barangkali nanti ada yang bisa melanjutkan kajian ini. Sunni Saya […]

    Read More →

    Sekularistik atau Teoantroposentrik?

    By   4 years ago

    Oleh: Hafidz Azhar* Islam dan ilmu pengetahuan pada hakikatnya dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Namun, asumsi-asumsi terhadap ajaran Islam yang murni harus ada pelurusan dan koreksi. Mau tidak mau agama Islam saat ini harus bersusah payah menghadapi arus globalisasi. Arus globalisasi ini memiliki dampak yang signifikan bagi ajaran Islam. Buktinya, pada dunia pendidikan, agama […]

    Read More →

    Demokrasi Spiritual: Sebuah Ikhtiar Membaca Diskursus Agama

    By   4 years ago

    Oleh: Ridwan Rustandi* “Agama adalah apa yang dikerjakan seseorang dalam kesunyiannya.” —A. N. Whitehead Membaca seputar keagamaan memang menarik untuk terus diperbincangkan. Bukan sepintas lalu kita berusaha membaca dan memaknai aktifitas keagamaan dalam hidup kita. Pasalnya, agama sebagai bagian dari entitas kehidupan manusia, memberikan akar radikal dalam menderivasikan segenap aspek kehidupan lainnya. Manusia, disadari atau […]

    Read More →

      Filsafat View All →

      Raja Filsuf sebagai Benih Totaliterisme, Benarkah?

      By   3 weeks ago

        Oleh: Yuris Fahman Zaidan[1] Sejak abad ke 20 Plato diserang dari berbagai arah. Dalam tradisi filsafat misalnya, Nietzche memandang Plato sebagai pemikir awal yang menyebarkan sumber nihilisme di Eropa. Sementara Heidegger meyakini Plato telah melupakan pembicaraan Ada dalam filsafat, dengan menyatakan bahwa Plato telah mengawali sejarah metafisika—sejarah kelupaan akan ada. Dan Delueze menyerang pemikiran […]

      Read More →

      Masyarakat Interkultural

      By   3 months ago

        Oleh Stephanus Djunatan* Masyarakat modern (dalam pengertian babakan waktu) memang tidak bisa dilepaskan dari filsafat Kantian dan Hegelian tentang bentuk-bentuk negara (Jerman) modern. Filsafat Kantian menekankan pentingnya kemampuan (keberanian) menggunakan rasio (Sapere Aude) untuk menentukan nasib sendiri, lepas dari pengaruh eksternal (kekuasaan monarki dan ilahi). Masyarakat yang dicerahkan (enlightened society) tidak tergantung pada aristokrasi […]

      Read More →

      Kematian dalam Perspektif Phytagoras

      By   9 months ago

      Oleh: Muhammad Satria Abdul Karim* Kematian dan kelahiran memiliki kemiripan. Setiap orang mengalaminya, namun tidak sanggup menceritakannya. Kalau pun bercerita tentang kelahiran diri kita sendiri, itu berdasarkan cerita orang lain. Sebaliknya, seseorang mengalami kematian, namun tak sanggup menceritakan karena terputus kemampuannya untuk berkomunikasi dengan teman yang masih hidup. Apakah kematian itu membuat seseorang menangis kesakitan […]

      Read More →

      Teologi sebagai Pelayan Kesosialan: Pemikiran Mazhab Frankfurt tentang Teologi

      By   4 years ago

        Oleh Berto Tukan* …A system of mirrors created the illusion that this table was transparent on all sides. Actually, a hunchbacked dwarf—a master at chess—sat inside and guided the puppet’s hand by means of strings. One can imagine a philosophic  counterpart to this apparatus. The puppet, called “historical materialism,” is to win all the […]

      Read More →

      Foucault dan Khomeini: Revolusi Islam Iran

      By   4 years ago

      Oleh: Ahmad Sahidin* Michel Foucault dan Imam Khomeini. Dua sosok yang berbeda. Yang satu dari Perancis dan satu lagi dari Iran. Yang satu adalah filsuf dan ilmuwan. Yang satu lagi seorang ulama dan sufi. Dua orang yang berbeda, yang dipisahkan negara dan berbeda agama. Tentang Foucault, saya mengetahuinya ketika kuliah filsafat sejarah di Universitas Islam […]

      Read More →

      Filsafat Analitik, Dinamika Kajian Bahasa

      By   4 years ago

      Oleh: Hafidz Azhar* Bahasa dan filsafat, dilihat dari keterkaitannya boleh dikatakan merupakan dua entitas yang sama-sama saling melengkapi. Pandangan ini muncul ketika seseorang yang sedang mendalami filsafat dibingungkan dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis, atau dengan kata lain konsep filsafat yang ditelurkan melalui bahasa ontologis. Seperti pertanyaan mendasar “apa itu ada?”, “apa itu bahasa?” dan “bagaimana yang ada […]

      Read More →

        Sastra View All →

        Sang Resi dan Pezina

        By   19 hours ago

          Oleh: Afif Muhammad* Dahulu kala, di sebuah pedukuhan terdapat seorang perempuan dan seorang lelaki yang ketahuan berzina. Lalu, orang-orang di pedukuhan itu menyeret kedua makhluk pelaku dosa itu ke ladang terbuka untuk mereka rajam. Adat di pedukuhan itu mengatakan bahwa, pelaku zina harus dihukum rajam, dengan cara kedua pelakunya ditanam hidup-hidup di sebuah lobang […]

        Read More →

        Dr Faust, Apa Agamamu?

        By   2 days ago

          Oleh: Acuz*   “Wenn Islam Gott ergeben heist in Islam leben und sterben wir alle” –Goethe Tak dinyana, seorang Goliath sastra asal Jerman suatu ketika sempat membaca riwayat hidup sang Nabi SAW. Konon saking begitu menarik perhatiannya, ia juga meluangkan banyak waktu untuk membaca ajaran-ajarannya. Kutipan di atas adalah salah satu komentarnya terhadap Islam […]

        Read More →

        Gara-Gara Ki Umbara: Pembacaan Sederhana Carpon Teu Tulus Paéh Nundutan Karya Ki Umbara

        By   3 weeks ago

        sumber gambar: http://kiblatbukusunda.blogspot.co.id   Oleh: Fikri A. Gholassahma[1] Carpon Sunda: dari Kecambah Kecil, menuju Batang Pohon Besar tak Terpeluk Dalam perjalannya di alam Kesusastraan Sunda, genre carpon (carita pondok) adalah genre sastra yang terbilang baru. Mengingat, genre yang lebih dahulu ada dan dianggap penting—meminjam istilah Duduh Durahman[2]—oleh orang Sunda kala itu, yakni genre roman & […]

        Read More →

        Hujan di Tanah Gusuran~

        By   3 weeks ago

        sumber gambar: tempo.co Oleh: Arif Wahidin* Gerombolan air turun dari langit, Membuat suara yang begitu riuh, Bila di kejauhan suaranya terdengar samar–seolah memancarkan suara penolakan atas penggusuran yang telah terjadi, Sedangkan di pagar rumah yang masih tersisa, tertempel sepanduk tercoret cat besi berwarna merah yang bertuliskan “ini tanah hasil membeli, bukan mencuri!!!!!”. Air bergelinangan di sana-sini, […]

        Read More →

        Corak Sastra Realisme-Sosialis

        By   4 weeks ago

        Oleh: Ryan Zulkarnaen* Bermula pada 1905, Realisme-sosialis lahir sebagai bentuk praktik sosialisme di bidang kreasi-sastra. Muasalnya, ketika Marxim Gorki menulis Notes on Philistine ditangkap akibat telah menyebarkan tulisan proklamasi yang menentang  pemerintah berhubung dengan peristiwa “Minggu Berdarah” 22 Januari 1905. Upaya penangkapan itu tak berlangsung lama ketika mendengar protes-protes dari Internasional atas penangkapannya. Sedari itu […]

        Read More →

        Hening Kita Hari ini, Sudahilah!

        By   5 months ago

        sumber gambar: masokismanis.wordpress.com   Oleh: Liabtarydul*   Kau tau? Heningnya kita, membungkam ribuan kata yang ingin keluar dari tempatnya. Heningnya kita, membungkam perasaan gembira! Heningnya kita, membuat waktu luluh-lantah tak berguna. Heningnya kita, membuat kita terpecah-belah. Heningnya kita, membuat muak bertatap muka. Dan heningnya kita hari ini, akan merusak silaturahmi kita di kemudian hari!   Sudahilah! […]

        Read More →

          Berita & Informasi View All →

          Milangkala LPIK XXI: Fenomena Terkini di Negeri Kita

          By   8 months ago

          gambar oleh: Ilham Ramdani Kita bisa menilai bagaimana sistem politik di Indonesia. Di tengah masalah-masalah sosial yang akut dan tidak bisa dilepaskan, kita dapat menyodorkan pertanyaan yang penting untuk dijawab sebagai kritik maupun otokritik. “Apa yang telah kita lakukan untuk memerbaiki Indonesia di tengah sengkarutnya situasi politik sekarang? Apakah perbincangan atau diskusi mahasiswa dan yang […]

          Read More →

          Acara Milangkala LPIK XX

          By   2 years ago

          LPIK akan mengadakan acara Milangkala yang ke XX, dengan tema “Proyeksi Kebudayaan dalam Secangkir Kopi”.  Acara tersebut diisi dengan rangkaian diskusi publik dan juga hiburan atau pentas seni. Antara lain: “Sejarah Kopi dan Pengelolaan Kopi di Indonesia”, Pemateri: Ridwan Hutagalung (Sejarawan) dan Tolib Rahmatillah (Dosen sejarah peradaban islam UIN SGD) (tanggal 10 Mei 2016, bertempat di Aula […]

          Read More →

          Catatan di Yogyakarta

          By   3 years ago

          Aku dihadapkan pada suatu problematika, ketika Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) “memaksaku” untuk menghadiri pelatihan Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) serta Jaringan Mahasiswa Lintas Agama (Jarilima). Bagaimana mungkin aku meninggalkan Cibiru, kemudian pergi ke Yogyakarta kalaulah tugas-tugas kuliahku banyak sekali? Tapi ketua rimba itu terus “memaksa”, […]

          Read More →

          D. Zawawi Imron: Hati yang Bersih Sumber Kreatifitas

          By   4 years ago

            Untuk dapat mengembangkan diri secara kreatif dan produktif dalam diri seorang individu, sangatlah mudah, seorang Budayawan asal Madura, Zawawi Imron mengatakan hal tersebut dapat dimulai dengan sesuatu yang sederhana, yaitu memiliki hati yang bersih. Mengapa harus dengan hati yang bersih? Karena bila kita berpikir dengan hati yang bersih, maka hati dan pikiran juga akan […]

          Read More →

          HAM: Perspektif Filosofis Menurut Pandangan Franz Magnis Suseno

          By   4 years ago

            Dalam acara “Konferensi Nasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Di Indonesia”, Franz Magnis Suseno mengatakan bahwa latar belakang filosofis munculnya Hak Asasi Manusia itu adalah hadirnya paham politik yang muncul dalam pengalaman sejarah, lalu semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Hak Asasi Manusia sendiri merupakan istilah baru, maka dari itu sangat penting untuk dapat mengerti bagaimana […]

          Read More →

          Rumpi Ririwa dan Launching Web

          By   4 years ago

          LPIK mengadakan acara Rumpi Ririwa dengan rangkaian acara diskusi publik “Islam dan Media” dan peluncuran website pada Hari Selasa tanggal 4 Maret 2014 pukul 13.00, di Gedung Student Center UIN Bandung. Acara diskusi  diisi oleh  Acep Iwan Saidi (Pakar Semiotika Media) dan Prof Dr H Asep Saeful Muhtadi MA (Guru Besar Komunikasi UIN Bandung) selaku […]

          Read More →

            Opini View All →

            Mengakui Kemerdekaan Kita

            By   4 months ago

            sumber gambar: goodnewsfromindonesia Oleh: Abdul Hamid* Apa cara terbaik untuk memperingati kemerdekaan? Dengan main panjat pinang, balap karung, atau memasang bendera terbesar di atas tebing? Ataukah pertanyaan ini yang tak perlu kuajukan? Lupakanlah bila semua itu mengganggu pikiran. Namun untuk poin kedua, selebrasi kemerdekaan dengan memasang bendera di atas tebing pada tahun lalu, telah memberi […]

            Read More →

            Kematian dalam Perspektif Phytagoras

            By   9 months ago

            Oleh: Muhammad Satria Abdul Karim* Kematian dan kelahiran memiliki kemiripan. Setiap orang mengalaminya, namun tidak sanggup menceritakannya. Kalau pun bercerita tentang kelahiran diri kita sendiri, itu berdasarkan cerita orang lain. Sebaliknya, seseorang mengalami kematian, namun tak sanggup menceritakan karena terputus kemampuannya untuk berkomunikasi dengan teman yang masih hidup. Apakah kematian itu membuat seseorang menangis kesakitan […]

            Read More →

            Berdemokrasi: Semangat Kontrol Pemerintah

            By   10 months ago

            sumber gambar: Komunitas Guru PKN Oleh: Abdul Hamid* Ada yang berbeda dari kepala daerah di Pilkada 2017 ini. Bukan pada wajah calonnya, yang tak jauh dari petahana dan yang sudah populer di jabatan lain, tetapi pada cara pemilihan calon kepala daerah itu sendiri, yakni dengan melibatkan langsung jari masyarakat di bilik suara, tidak lagi mengandalkan DPRD. […]

            Read More →

            Privatisasi SDA di Tengah Gejolak Politik

            By   10 months ago

            Oleh: Yuris Fahman Zaidan* Pembangunan ekonomi menjadi hal yang sangat penting sejauh tertanam nilai-nilai keadilan di dalamnya. Distribusi ekonomi mesti dirasakan semua kalangan. Dalam menjalankan ekonomi yang berkeadilan bagi rakyat Indonesia, negara menjadi roda penggeraknya. Aturan-aturan perekonomian harus dilaksanakan dengan baik dan tidak boleh dimanfaatkan oleh segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan dari situasi politik yang […]

            Read More →

            Desa: Miniatur Peradaban

            By   1 year ago

            Oleh: Nurhidayat Peradaban dari masa kuno sampai sekarang tak terlepas dari proses perkembangan kebudayaan yang heterogen. Proses ini dapat dilihat dari miniatur pada suatu wilayah atau tempat yang memungkinkan tumbuhnya sebuah kehidupan. Secara geografis, tentunya suatu wlayah itu bisa berupa negara, daerah, dan sub-subnya sampai kepada ruang lingkup yang lebih kecil. Dilihat dari luasnya suatu peradaban, […]

            Read More →

            Naluri Membunuh

            By   2 years ago

            Oleh Sabiq Ghidafian Hafidz* Prolog Siapa yang harus dibunuh dan bagaimana caranya membunuh? Membunuh secara ontologis menghadapkan antara subjek sebagai aku dan subjek liyan yang dijelma sebagai objek. Dengan kata lain, pembunuhan pada pengalaman diri menjelma sebagai potensi—menjadi momen keberadaan dirinya, dan pembunuhan terhadap yang liyan menjadi proses “aktus”—mengharus-hadirkan subjek liyan, menjadi momen keberadaan diri dengan yang liyan, momen sosial. […]

            Read More →