rusia

Strukturalisme dan Formalisme Rusia

Oleh: Hafidz Azhar*

Sudah sepantasnya, kita menyebut Istilah strukturalisme lahir dari seorang bapak linguistik modern bernama Ferdinand de Saussure. Saussure tidak hanya mempengaruhi pemikiran strukturalismenya pada satu titik yaitu bahasa. Akan tetapi, pengaruhnya ini masuk pada pelbagai aspek semisal, sastra, kebudayaan, psikonalisis, dan lain sebagainya. Para tokoh seperti, Claude Levi-Strauss, Jaques Lacan, Roland Barthes, Louis Hjelmslev serta banyak lagi tokoh-tokoh yang menganut paham strukturalisme, sesungguhnya tidak bisa dilupakan. Sebab, mereka banyak memberikan sambutan hangat untuk melanjutkan tradisi pemikiran Saussure, khususnya strukturalisme. Strukturalisme dikenal sebagai paham yang melakukan satu kontruksi abstrak yang tidak bisa berdiri sendiri. Artinya, sistem yang dibangun mesti ada keterkaitan dengan unsur-unsur yang lain (Dwi Susanto, 2012:90).

Dalam kajian kesusastraan, strukturalisme menjelma sebagai pangkal utama realitas di dalam teks maupun di luar teks. Dalam hal ini, strukturalisme bisa dipahami juga sebagai alat untuk melihat kedalaman terhadap ruang lingkup unsur intrinsik ataupun unsur ekstirinsik dalam sebuah teks karya sastra. Beberapa aliran yang memfokuskan penelitian terhadap karya sastra, berupaya mengklaim dirinya sebagai penganut strukturalisme yang mengarahkan pada objek penelitian linguistik. Aliran-aliran tersebut bisa dikatakan, muncul dari kumpulan-kumpulan studi bahasa. Salah satunya ialah aliran Formalisme Rusia (Strukturalisme Formalis). Walaupun aliran ini menitikberatkan pada tradisi linguistik, namun tak dapat dimungkiri bahwa sejatinya pemikiran aliran formalisme ini banyak memberikan sumbangan besar pada tradisi kritis dalam memandang teks  karya sastra.

Sebenarnya, di samping aliran Formalisme muncul beberapa nama aliran diantaranya strukturalisme naratologi dan strukturalisme Genetik. Keduanya merupakan hasil dari pengembangan studi yang digagas oleh pemikiran Formalisme Rusia. Berkat tradisi pemikiran Formalisme ini, banyak istilah-istilah lain yang timbul sebagai catatan untuk menambah nuansa baru mengenai wacana kritik keilmuan di Rusia. Karena, mau tidak mau tradisi kajian ketika itu lebih didominasi oleh kalangan positivistik.

Aliran Formalisme Rusia

Konsep dasar Aliran Formalisme Rusia menitikberatkan pada pandangan bahwa, karya sastra mempunyai bahasa yang khas. Begitupun, aliran ini hanya menyentuh pada kajian instrinsik karya sastra. Sebab, menurutnya karya sastra tidak bisa dihubungkan dengan ilmu-ilmu yang lain dan tetap fokus pada otonomisasi tanda sebuah teks. Tokoh-tokoh yang mempelopori kelompok kajian ini antara lain, Roman Jakobson, Shklovsky, Eichenbaum dan Jurij Tynjanov. Mereka cukup lama tidak dikenal di Eropa Barat dan Amerika Serikat karena karya-karyanya diterbitkan dalam bahasa Rusia, kemudian sesudah tahun 1930 dilarang oleh Joseph Stalin yang menganggap aliran ini sangat bertentangan dengan ajaran-ajaran Marxis (Teuuw, 2003:107).

Formalisme Rusia terbentuk dari sebuah perkumpulan yang dikenal dengan OPOJAZ (Obcestvo izucenija Poeticeskogo Jazzyka) atau Masyarakat Studi Puitika Bahasa yang didirikan di St. Petersburg. Aliran ini didirikan pada tahun 1916 oleh Boris Eichenbaum, Viktor Shklovsky dan Jurij Tynjanov. OPOJAZ ini tidak berdiri sendiri dalam menghasilkan pemikiran Formalisme Rusia, kelompok lain yang ikut bergabung ialah Lingkaran Linguistik Moskow yang didirikan oleh Roman Jakobson, Peter Bogatyrev serta G.O Vinokur pada tahun 1914 (Dwi Susanto, 2012:141). Istilah Formalisme diambil dari kata “form” bentuk atau isi dan mendasarkan pada pendekatan linguistik.

Tujuan pokok formalisme adalah studi ilmiah tentang sastra, dengan cara meneliti unsur-unsur kesusastraan, puitika, asosiasi, oposisi dan sebagainya. Metode yang digunakan, baik dalam kebiasaan formalisme, bahkan sesudah menjadi strukturalisme adalah metode formal. Metode formal tidak merusak teks ataupun mereduksi melainkan merekontruksi dengan cara memaksimalkan konsep fungsi, sehingga menjadikan teks sebagai satu kesatuan yang terorganisir (Kutha Ratna:2011:83).

Di satu sisi, formalisme Rusia memiliki beberapa tujuan lain. Pertama, formalisme Rusia bertujuan untuk menghasilkan satu bidang ilmu sastra yang independen dan faktual. Tujuan ini dikenalkan lewat istilah yang disebut puitika (poetics). Kedua, karena karya sastra bermediumkan bahasa, linguistik menjadi fondasi utama atau elemen utama dalam ilmu sastra. Ketiga, sastra memiliki satu otonomi khusus dari dunia eksternalnya sehingga bahasa sastra dibedakan dari bahasa yang digunakan sehari-hari. Keempat, sastra memiliki sejarahnya sendiri, yakni sejarah yang inovatif dalam struktur-struktur formalnya dan hal itu didominsai oleh dunia eksternalnya, atau sejarah materialnya. Kelima, sebuah karya sastra tidak dapat dipisahkan dari maksud atau isi karya itu sendiri, yang termanifestasi dalam bentuk dan struktur. Manifestasi itu merupakan elemen-elemen fakta yang mengisi karya itu (Dwi Susanto, 2012:142). Kerangka pemikiran formalisme Rusia ini mampu mengembangan kajian sastra dalam persfektif linguistik. Dari sini, disiplin semiotika berhasil muncul pasca revolusi yang mengatasnamakan dirinya sebagai aliran semiotika Rusia. Roman Jakobson adalah salah satu yang mengembangkan teori semiotika Rusia.

*Penulis adalah mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab bergiat di Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman

Daftar Bacaan:

Susanto, Dwi Pengantar Teori Sastra CAPS:Jakarta 2012

A Teeuw, Sastera dan ilmu Sastera Pustaka Jaya:Jakarta 2003 cetakan ketiga

Rusmana, Dadan Madzhab dan Pemikiran Semiotika Kontemporer Tazkiya Press:Bandung 2004

Kutha Ratna, Nyoman Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra Pustaka Pelajar:Yogyakarta:2011 cetakan ketujuh

Sobur, Alex Semiotika Komunikasi Rosda Karya:Bandung 2013 cetakan kelima

Respon

  • Akbar Ainur Rohmat
    Balas

    sastra selalu punya cara untuk membingungkan orang yang membaca dan mencoba memahaminya. Membaca tulisan anda pun menjadikan saya tambah bingung bang Hafidz, tapi terima kasih atas tulisannya saya jadi punya bahan untuk tugas kuliah. :)