Loading...
You are here:  Home  >  Sastra  >  Puisi  >  Current Article

Penantian

By   /  April 26, 2014  /  No Comments

    Print       Email

Untaian hampa dimulai

Anggaplah tidak mengingat detik sebelum ini

Berhenti mencari arti bahagia

Semua hanyalah ilusi pembicaraan dan tidak pernah nyata adanya

Lakukan kebodohan kembali

Bermain, bersenang, terjatuh dan berdiri

Walau nanti hancur

Siapa yang peduli

Paling hanya akting mengiba

Sambut aku lagi, wahai masa kelam

Di sini aku sepi

Ramaikan aku lagi dengan karma menyakitkan

Aku lelah, aku bosan

Saat kau pergi

Tiada artinya ketulusan palsu ku nanti

Tersenyumlah bersamanya dan aku akan tersenyum juga

Bersama bayangmu yang tak pernah termiliki

    Print       Email
  • Published: 5 years ago on April 26, 2014
  • By:
  • Last Modified: April 26, 2014 @ 1:19 am
  • Filed Under: Puisi, Sastra
  • Tagged With:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like...

Sastra, Sensor dan Negara: Seberapa Jauhkah Bahaya Novel?

Read More →
%d bloggers like this: