Loading...
You are here:  Home  >  Opini  >  Current Article

Harvest Moon Bukan Sekedar Game Biasa

By   /  February 6, 2016  /  No Comments

    Print       Email

Kemarin aku bermain Harvest Moon dari jam 04.30 sampai jam 14.00 kemudian  tertidur sampai jam 18.00 dan bermain Harvest Moon lagi jam 20.00 sampai jam 03.25. Tanpa makan, dan hanya meminum kopi serta menghisap rokok Sampoerna Mild. Belasan jam hanya terpaku pada layar monitor laptop. Tapi mengapa aku tidak bisa membaca buku sedemikian lamanya, laiknya bermain permainan tadi. Waktu terasa cepat ketika bermain Harvest Moon, tapi merasakan waktu seakan lambat sekali ketika membaca buku. Maka, tak heran sewaktu masih SD aku pernah menjumpai orang yang ngabuburit dengan bermain Harvest Moon sejak imsak sampai magrib.

Game buatan Jepang yang diproduksi oleh Natsume sejak 1999 itu memang tergolong fenomenal. Dapat kita temukan dari zaman SEGA sampai ke PS3. Namun aku hanya merasakan nikmatnya bermain Harvest Moon yang terdapat di Playstasion1. Memang kuno, sekarang zaman sudah berubah tapi permainan ini masih asyik untuk dinikmati, setidaknya menurutku. Harvest Moon adalah sebuah game retro yang masih asyik untuk dinikmati selama berjam-jam sampai lupa makan apalagi shalat. Gerakan jari pada joystick sewaktu memindahkan hasil-hasil pertanian dan hasil dari peternakan di game ini sangat asyik dan menimbulkan rasa puas. Apalagi ketika mendengar suara yang khas dari gerakan-gerakan seperti berjalan, memasukan sesuatu ke dalam tas, bercocok tanam dan sebagainya dari permainan ini seakan-akan menimbulkan ras senang terhadap diriku. Ditambah backsound permainan ini juga memberikan efek yang berbeda-beda di setiap musimnya. Musim semi memiliki backsound yang berbeda dengan musim panas, gugur dan musim salju. Game ini pun memberikan inspirasi untuk bekerja keras, tapi juga harus mementingkan aspek kesehatan di diri manusia itu sendiri, karena bila dipaksakan nanti akan pingsan dan dibawa ke klinik.

Sebetulnya banyak hal-hal sepele yang sering diartikan sebagai pekerjaan yang tidak berguna. Ya, salah satunya adalah bermain permainan Harvest Moon ini. Banyak yang memandang game ini sama saja dengan permainan yang lainnya. Padahal Harvest Moon bisa memberikan inspirasi dan menggambarkan seseorang bagaimana dirinya harus hidup. Dalam hidup, kita harus mempunyai target dan cita-cita, seperti halnya di dalam Harvest Moon, yang harus dipaksa untuk sukses selama tiga tahun. Dalam permainan ini juga kita melihat penghargaan yang cukup tinggi untuk makhluk-makhluk Nya. Kita harus memelihara binatang yang kita punya, tidak menyiksanya, memberinya makan, dan merawatnya secara baik. karena kalau tidak mereka akan mati dan hanya rasa penyesalanlah yang muncul. Dalam permainan ini juga kita dituntut untuk bisa mengatur waktu dan strategi. Karena di dalam Harvest Moon setiap jam 17.00 akan ada Jack yang membeli hasil dari perkebunan dan peternakan kita. Dalam permainan ini juga kita bisa belajar bahasa Inggris, dan kosa kata baru.

Bermain Harvest Moon sambil belajar bahasa Inggris

            Dalam permainan ini, kita harus memahami apa yang akan kita lakukan dan apa yang harus kita perbuat. Kita mutlak untuk mengerti apa yang dikatan oleh teman-teman kita dalam permainan ini. Dan teman-teman dalam permainan ini memakai bahasa Inggris yang disajikan lewat gelembung running text. Selain itu, kita juga bisa menemukan kosa kata baru khususnya kata benda, mulai dari jenis-jenis tambang, sayuran, buah-buahan, hasil ternak dan lain sebagainya tersaji dalam bahasa Inggris. Pun demikian dengan istilah-istilah alat-alat rumah tangga.

Berbagai macam festival yang ada di dalam permainan ini juga bisa menambah wawasan kita. Kita jadi tahu bahwa di belahan dunia ini ada berbagai macam festival yang beda dari budaya kita. Festival tomat, festival pacuan kuda, thankskiving, dll. juga ada di dalam permainan ini sudah tentu bisa menambah wawasan kita yang notabene adalah orang timur.

Selewat, memang seperti orang yang tidak ada kerja bermain Harvest Moon sepanjang waktu sampai berjam-jam. Tetapi dari pada kita melakukan hal-hal yang merugikan orang lain tidak ada salahnya kita bermain ini.

 

    Print       Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like...

Kids Jaman Now Tak Dikoyak-koyak Sepi, Ia Dikoyak-koyak Galau (Risalah Serius di Sekitar Sastra dan Filsafat)

Read More →
%d bloggers like this: