Loading...
You are here:  Home  >  Sastra  >  Puisi  >  Current Article

Kamar Kiasan

By   /  February 8, 2016  /  No Comments

    Print       Email

Oleh: Reza Fajar Ghifari

Berada di ruangan penuh stilistika. Terlihat

rambut-rambut menyepih. Bersama

aroma kehendak mengirim—teks kehampaan.

Berbalut langkah kaki di jendela. Karet-karet

bersembunyi di pelataran.

 

Kau berdiri tegap di atas

lantai berwarna cokelat muda.

Bersama api-api yang

bersenandung pintar.

Kau melihat kerak dalam bayang

fiksimu. Jalan-jalan kosong

memandang kupu-kupu yang bertebaran

di garis-garis kerudung.

 

Terbanting rasa saat boneka-boneka

menyelam di ketenangan sajak-sajak

yang likat. Nanap dalam media

rumah kaca. Mengukir sejarah

di kertas-kertas perasaan.

Kutu-kutu tertawa berkacamata pelita.

Harmoni tenang di kemerlap

planet-planet bertasbih runduk.

Meranggas ekologi tempelan karang-karang.

 

Seorang penjaga menutup kedainya.

Yang tamannya penuh pohon

anggur dan pepaya.

Teks-teks menutup diri;

kosong. Lentera membelah

kata-kata dibasahi kabut

 

Tenggelam. Kau berjalan mundur menyambut

tembok hijau tua. Diam di rak-rak

harapan, berlendir di senar-senar awan.

Ini jam 10 malam, sudah waktunya mengisi

gelas dengan arak. Yang dicampur

kesejahteraan.

 

Kau ditemani kandil-kandil

Yang tertata rapi diatas tirai.

Berbicara berbagai metafor kehidupan

dan Sri yang kau ceritakan,

sedang duduk bersama

bocah-bocah jalanan.

    Print       Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like...

Dr Faust, Apa Agamamu?

Read More →
%d bloggers like this: