Loading...
You are here:  Home  >  Video Diskusi  >  Video Diskusi  >  Current Article

Sejarah Gerakan Mahasiswa di Indonesia

By   /  May 12, 2018  /  No Comments

    Print       Email

Dinamika kehidupan perguruan tinggi dan gerakan mahasiswa saat ini, cenderung lebih mesra dengan hedonisme, pola hidup konsumerisme, individualisme serta pragmatisme. Sementara gerakan mahasiswa dituntut dapat menjaga stabilitas ritme demokrasi, menjadi kepanjangan lidah masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya dan tentunya menjadi sebagaimana dielu-elukan dalam jargonnya: Agent social of change.

Tak dapat kita bantah, bahwasanya terjadi dikotomi gerakan intra dan ekstra kampus yang memagari pergerakan mahasiswa. Selain itu polarisasi mainstream gerakan organ internal seperti BEM dan DEMA yang didaulat sebagai Eksekutif dan Legislatif melahirkan spektrum gerakan mahasiswa yang lebih luas dan berdampak pada lemahnya konsolidasi visi, orientasi, maupun tindakan setiap gerakan. Hal ini kemudian mengaburkan peran dan tanggung jawab mahasiswa sebagai director of change.

Secara historis, gerakan mahasiswa dapat dibagi menjadi 4 fase besar. Yakni, periode pergerakan nasional (1900-1945), periode orde lama (1945-1965), periode orde baru (1965-1998), dan periode reformasi (1999-sekarang). Setiap periode memiliki zeitgeist-nya masing-masing. Dari periode-periode ini lahirlah argumen-argumen yang mengakar pada peran dan kontribusi mahasiswa terhadap perubahan sosial. Benarkah reformasi itu lahir berkat aksi masa yang digalang Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia? Atau mahasiswa justru hanya sebagai partisipan saja bukan aktor utama perubahan itu sendiri? Lantas bagaimana sejarah menjawab semua itu? Sejauh mana kontribusi mahasiswa terhadap perubahan sosial sebagaimana seruan jargonnya?

    Print       Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like...

Corak Sastra Realisme-Sosialis

Read More →
%d bloggers like this: