Loading...
You are here:  Home  >  Opini  -  Page 2
Latest

Naluri Membunuh

By   /  February 23, 2016  /  Opini, Resensi Film  /  No Comments

Oleh Sabiq Ghidafian Hafidz* Prolog Siapa yang harus dibunuh dan bagaimana caranya membunuh? Membunuh secara ontologis menghadapkan antara subjek sebagai aku dan subjek liyan yang dijelma sebagai objek. Dengan kata lain, pembunuhan pada pengalaman diri menjelma sebagai potensi—menjadi momen keberadaan dirinya, dan pembunuhan terhadap yang liyan menjadi proses “aktus”—mengharus-hadirkan subjek liyan, menjadi momen keberadaan diri dengan yang liyan, momen sosial. […]

Read More →
Latest

Oksigen

By   /  February 6, 2016  /  Opini, Refleksi  /  No Comments

Sejak pertama munculnya Alam Semesta ini, yang banyak diperdebatkan teori keterbentukannya, sampai banyak juga diramalkan akhir dan kehancuran Alam ini, keberadaannya selalu diikutsertakan dan membuat tandatanya-tandatanya yang bergelayutan disetiap pikiran mereka yang berfikir. Siapa tak pernah membutuhkanya? Apa yang menjadi lengkap jika tak menyertakannya? Bagaimana jika tak ada dia ? Mengapa harus selalu ada peran […]

Read More →
Latest

Harvest Moon Bukan Sekedar Game Biasa

By   /  February 6, 2016  /  Opini, Refleksi  /  No Comments

Kemarin aku bermain Harvest Moon dari jam 04.30 sampai jam 14.00 kemudian  tertidur sampai jam 18.00 dan bermain Harvest Moon lagi jam 20.00 sampai jam 03.25. Tanpa makan, dan hanya meminum kopi serta menghisap rokok Sampoerna Mild. Belasan jam hanya terpaku pada layar monitor laptop. Tapi mengapa aku tidak bisa membaca buku sedemikian lamanya, laiknya […]

Read More →
Latest

Silet, Kualitas dan Ketetapan

By   /  February 6, 2016  /  Refleksi  /  No Comments

Silet adalah sebuah alat untuk memotong sesuatu. Silet terbuat dari sebongkah besi yang ditipiskan yang hanya memiliki tebal sekitar 1 mili, dan pada umumnya memiliki bentuk persegi panjang disertai ujungnya yang dilancipkan agar dapat memotong sesuatu, namun yang dilancipkan hanya ujung bagian bawahnya saja, artinya sisi sebelah kanan dan kirinya beserta atasnya tidak dilancipkan. Pada […]

Read More →
Latest

Penyair Vis à Vis Pemusik

By   /  March 9, 2014  /  Opini, Refleksi  /  No Comments

Oleh Adew Habtsa* “Josep Grange pernah berpendapat bahwa penyair adalah sosok yang bisa membentuk solidaritas sosial dengan cerita tentang penderitaan dan penghinaan untuk ditujukan bagi kebaikan publik.  Lebih lebar dari itu, Grange menambahkan bahwasanya kita hidup tidak hanya dengan roti saja, metafora dan diksi juga merupakan sumber nutrisi bagi kehidupan.” Pada sebuah obrolan yang tak […]

Read More →
Latest

Tuhan pun Tertawa, Muhammad Menangis dan MUI Marah-marah

By   /  March 1, 2014  /  Opini  /  No Comments

Belum lama ini, terjadi peristiwa yang mengejutkan bagi pihak Majlis Ulama Indonesia (MUI), bahkan acapkali kebakaran jenggot. Pasalnya, beberapa pekan kebelakang ada beberapa kumpulan pengajian mengajarkaan hal-hal yang bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Hingga disinyalir aliran tersebut dapat membuat resah dan geram masyarakat alias menyesatkan. Kemudian, yang pada akhirnya berujung pangkal pada penisbian, bahkan sekaligus […]

Read More →
Latest

Merawat Kemajemukan

By   /  February 27, 2014  /  Opini, Resensi Buku  /  No Comments

Oleh: Ibn Ghifarie Tingginya angka konflik sosial (horizontah) di Indonesia menjadi bukti nyata atas absennya pemerintah dalam memberian kewajiban untuk melindungi (duty to protect) setiap warganya dari ancaman perampasan hak oleh pihak lain dan jaminan rasa aman, kenyamanan, tenteram terhadap rakyatnya. Betapak tidak, hasil laporan KontraS mencatat selama tahun 2012 ada 32 konflik horizontal yang […]

Read More →
Latest

Kala Beda Pemahaman Menjadi Malapetaka

By   /  February 21, 2014  /  Opini  /  No Comments

Apapun alasanya mengumpat, mencaci-maki, menghancurkan tempat ibadah tertentu, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik. Riridhoi oleh Tuhan apalagi. Terlebih lagi, hanya karena beda pemahaman dalam menafsirkan sumber umat islam (Al-Quran dan Al-hadis). Rasanya tak pantas bila kita menyelesaikan persoalan beda pendapat dengan budaya preman. Mengerikan sekali. Kedengaranya perbuatal llaim itu […]

Read More →
Latest

Oknum Cabul

By   /  February 12, 2014  /  Opini  /  1 Comment

Oleh: Fajar Fauzan* “Politisi dicerna sebagai profesi alat mencari untung. Satu persatu saksi kecurangan dihabisi, dan disumpal mulutnya. Kemudian dari dalam saku baju mereka, dikeluarkan nota pembayaran sebagai ganti atas hilangnya suara nurani.” Beberapa dekade terakhir, ruang-ruang ketidakpercayaan semakin terbuka; atas nama naluri berkuasa. Ketidakadilan duduk di muka, dan angka pencurian akhir-akhir ini melonjak tajam […]

Read More →