Loading...
You are here:  Home  >  Opini  -  Page 2
Latest

Penyair Vis à Vis Pemusik

By   /  March 9, 2014  /  Opini, Refleksi  /  No Comments

Oleh Adew Habtsa* “Josep Grange pernah berpendapat bahwa penyair adalah sosok yang bisa membentuk solidaritas sosial dengan cerita tentang penderitaan dan penghinaan untuk ditujukan bagi kebaikan publik.  Lebih lebar dari itu, Grange menambahkan bahwasanya kita hidup tidak hanya dengan roti saja, metafora dan diksi juga merupakan sumber nutrisi bagi kehidupan.” Pada sebuah obrolan yang tak […]

Read More →
Latest

Tuhan pun Tertawa, Muhammad Menangis dan MUI Marah-marah

By   /  March 1, 2014  /  Opini  /  No Comments

Belum lama ini, terjadi peristiwa yang mengejutkan bagi pihak Majlis Ulama Indonesia (MUI), bahkan acapkali kebakaran jenggot. Pasalnya, beberapa pekan kebelakang ada beberapa kumpulan pengajian mengajarkaan hal-hal yang bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Hingga disinyalir aliran tersebut dapat membuat resah dan geram masyarakat alias menyesatkan. Kemudian, yang pada akhirnya berujung pangkal pada penisbian, bahkan sekaligus […]

Read More →
Latest

Merawat Kemajemukan

By   /  February 27, 2014  /  Opini, Resensi Buku  /  No Comments

Oleh: Ibn Ghifarie Tingginya angka konflik sosial (horizontah) di Indonesia menjadi bukti nyata atas absennya pemerintah dalam memberian kewajiban untuk melindungi (duty to protect) setiap warganya dari ancaman perampasan hak oleh pihak lain dan jaminan rasa aman, kenyamanan, tenteram terhadap rakyatnya. Betapak tidak, hasil laporan KontraS mencatat selama tahun 2012 ada 32 konflik horizontal yang […]

Read More →
Latest

Kala Beda Pemahaman Menjadi Malapetaka

By   /  February 21, 2014  /  Opini  /  No Comments

Apapun alasanya mengumpat, mencaci-maki, menghancurkan tempat ibadah tertentu, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik. Riridhoi oleh Tuhan apalagi. Terlebih lagi, hanya karena beda pemahaman dalam menafsirkan sumber umat islam (Al-Quran dan Al-hadis). Rasanya tak pantas bila kita menyelesaikan persoalan beda pendapat dengan budaya preman. Mengerikan sekali. Kedengaranya perbuatal llaim itu […]

Read More →
Latest

Oknum Cabul

By   /  February 12, 2014  /  Opini  /  1 Comment

Oleh: Fajar Fauzan* “Politisi dicerna sebagai profesi alat mencari untung. Satu persatu saksi kecurangan dihabisi, dan disumpal mulutnya. Kemudian dari dalam saku baju mereka, dikeluarkan nota pembayaran sebagai ganti atas hilangnya suara nurani.” Beberapa dekade terakhir, ruang-ruang ketidakpercayaan semakin terbuka; atas nama naluri berkuasa. Ketidakadilan duduk di muka, dan angka pencurian akhir-akhir ini melonjak tajam […]

Read More →